water quality testing

Alat Ukur Air Berdasarkan 3 Parameter 1

Air memegang peranan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Bahkan, sekitar 80% tubuh manusia terdiri atas cairan. Oleh karena itu, kualitas air yang digunakan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup harus benar-benar diperhatikan.

Untuk mengetahui tingkat kualitas air, kita dapat mengukurnya dengan beberapa alat ukur air berdasarkan parameter Biologi, berdasarkan parameter Fisika, dan berdasarkan parameter Kimia.

Alat Ukur Air Berdasarkan Parameter Biologi

Untuk mengukur kualitas air berdasarkan parameter Biologi, kita dapat menggunakan beberapa alat ukur air seperti berikut ini.

1. Bogorov Tray

Titrasi
Bogorov Tray adalah mikroskop binokuler dengan 40 kali pembesaran yang digunakan untuk mengamati zoop lankton dalam air.

2. Haemocytometer

Haemocytometer
Haemocytometer adalah mikroskop dengan 100 kali pembesaran yang digunakan untuk mengamati plankton mikroskopik atau phytoplankton dalam air.

3. Plankton Net

Plankton Net
Plankton Net adalah sebuah jaring yang digunakan untuk menyaring plankton dalam air dan biasanya terbuat dari nilon berbentuk kerucut dengan panjang 4 hingga 5 kali diameter mulutjaring. Plankton yang ada di dalam air jumlah dan ukurannya sangat banyak. Untuk mendapatkan plankton dengan ukuran yang diinginkan, kita harus menggunakan plankton net dengan mesh size yang sesuai.

4. Sedgwick Rafter Cell

Sedgwick Rafter Cell
Sedgwick Rafter Cell adalah mikroskop binokuler dengan 100 kali pembesaran yang digunakan untuk mengamati phytoplankton dan mikrozooplanton dalam air.

Alat Ukur Air Berdasarkan Parameter Fisika

Untuk mengukur kualitas air berdasarkan parameter Fisika, kita dapat menggunakan beberapa alat ukur air seperti berikut ini.

1. Current Meter

Current Meter
Current meter digunakan untuk mengukur kecepatan arus dan debit air yang dapat dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan metode yang digunakan untuk mengukur kecepatan arus dan debit airnya. Pertama, current meter dengan pengukuran otomatik adalah current meter yang dapat merekam data tentang kecepatan arus dan debit air tanpa harus langsung dilakukan oleh orang yang menggunakannya.

Kedua, current meter dengan pengukuran non-otomatik adalah current meter yang dapat merekam data tentang kecepatan arus dan debit air yang harus dilakukan langsung oleh orang yang menggunakannya.

2. Salinometer

Salinometer
Salinometer digunakan untuk mengukur salinitas air. Salinitas air sendiri memiliki pengertian tingkat keasinan yang terlarut atau tingkat kadar garam dalam air. Air tawar memiliki salinitas kurang dari 0,05 part-per-thousand (ppt), air payau atau saline memiliki salinitas antara 3-5 ppt, dan brine memiliki salinitas lebih dari 5 ppt.

3. Termometer Air

Termometer Air
Termometer ini digunakan untuk mengukur suhu air berdasarkan sifat termometrik, yaitu sifat yang terjadi karena adanya perubahan suhu air. Selain untuk mengukur suhu air, termometer juga dapat mengukur suhu tubuh, suhu ruang, hingga suhu alat pemanggang dengan nama yang berbeda-beda.

4. Turbidity meter

Turbidity meter
Turbidity meter digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Kekeruhan pada air terjadi karena adanya kandungan zatorganik yang berasal dari hewan dan tanaman yang mengalami pelapukan atau zat anorganik yang berasal dari logam dan batu-batuan yang mengalami pelapukan.

Alat Ukur Air Berdasarkan Parameter Kimia

Untuk mengukur tingkat kualitas air berdasarkan parameter Kimia, kita dapat menggunakan beberapa alat ukur air seperti berikut ini.

1. DO Meter

DO Meter
DO (Dissolve Oxygen) Meter digunakan untuk mengukur kadar oksigen di dalam air atau di dalam suatu larutan dengan sistem digital. Kadar oksigen dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kandungan berbagai macam zat organik dan suhu udara. Kualitas air dapat dikatakan baik jika memiliki Dissolve Oxygen yang tinggi dan dapat dikatakan buruk jika memiliki Dissolve Oxygen yang rendah.

2. CO2 Meter

CO2 Meter
Selain harus mengetahui kadar oksigen dengan mengukurnya menggunakan DO Meter, kita juga harus mengetahui kadar karbondioksida untuk mengetahui tingkat kualitas air. Kadar karbondioksida dalam air ini dapat kita ukur dengan menggunakan CO2 Meter. Jika kadar karbondioksidanya tinggi, kualitas air dapat dikatakan buruk dan jika kadar karbondioksidanya rendah, kualitas air dapat dikatakan baik.

3. Spektrofotometer

Spektrofotometer
Alat ukur air yang satu ini terdiri atas 2 alat ukur, yaitu spektrometer dan fotometer. Sebagai alat ukur air, spektrofotometer digunakan untuk mengukur kadar amonia, fosfat, nitrat, dan nitrit. Dalam dunia perikanan, spektrofotometer digunakan untuk pembenihan udang jenis vannamei atau vaname (udang dariAmerika Selatan yang di budidayakan di Indonesia sebagai pengganti udang windu).

4. pH Meter

pH Meter
pH Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar pH (kadar basa atau kadar keasaman) pada air. pH Meter memiliki sebuah probe atau elektroda pengukur berbentuk batang berstruktur yang biasanya terbuat dari kaca dan ini menjadi bagian yang sangat penting pada pH Meter. Air dapat dikatakan memiliki kadar asam yang tinggi jika elektron yang terdeteksi oleh pH meter jumlahnya banyak dan air dapat dikatakan memiliki kadar basa yang tinggi jika electron yang terdeteksi oleh pH Meter jumlahnya banyak.

5. Kertas pH Indikator

Kertas pH Indikator
Pada dasarnya, kegunaan kertas pH Indikator, pH Strips Paper, atau Indikator Universal sama seperti pH Meter. Meskipun sama-sama digunakan untuk mengukur kadar pH pada air, pH Meter dan kertas pH Indikator memiliki bentuk yang berbeda. pH Meter berbentuk ala tukur digital, sedangkan kertas pH Indikator berbentuk kertas dengan 4 garis warna, yaitu kuning, hijau, jingga, dan jingga kecokelatan.

6. Titrasi

Titrasi
Titrasi adalah alat untuk mengukur kadar konsentrasi alkalinitas pada air dengan mencampurkan beberapa volume larutan dan beberapa volume larutan lain yang sudah diketahui kadar konsentrasi alkalinitasnya atau larutan baku.

Ada 2 jenis titrasi yang dapat kita gunakan untuk mengetahui kadar pH air, yaitu alkalimetri (menentukan konsentrasi larutan asam menggunakan larutan baku basa) dan asidimetri (menentukan konsentrasi larutan basa menggunakan larutan baku asam).

water quality testing

Frekuensi Pengambilan Sampel Air yang Tepat

Setelah mengetahui berbagai alat ukur air berdasarkan parameter Biologi, parameter Fisika, dan parameter Kimia, kita juga harus mengetahui frekuensi pengambilan sampel air yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas air yang dapat terjadi kapan saja. Adapun frekuensi pengambilan sampel air yang tepat adalah sebagaiberikut.

  1. Lakukan pengambilan sampel air setiap 2 minggu sekali selama setahun untuk mengetahui kualitas air di saluran atau sungai yang tercemar berat.
  2. Lakukan pengambilan sampel air setiap 1 bulan sekali selama setahun untuk mengetahui kualitas air di saluran atau sungai yang tercemar ringan hingga sedang.
  3. Lakukan pengambilan sampel air setiap 3 bulan sekali selama setahun untuk mengetahui kualitas air alami yang belum tercemar apa pun.
  4. Lakukan pengambilan sampel air setiap 2 bulan sekali selama setahun untuk mengetahui kualitas air waduk atau air danau.
  5. Lakukan pengambilan sampel air setiap 3 bulan sekali selama setahun untuk mengetahui kualitas air tanah.

Itulah beberapa alat ukur air yang dapat kita gunakan untuk mengukur kualitas air berdasarkan parameter Biologi, berdasarkan parameter Fisika, dan berdasarkan parameter Kimia. Untuk mengukur kualitas air, kita juga harus memperhatikan frekuensi pengambilan sampel airnya.

One Comment

  1. Analisa kualitas air memang sangat penting dilakukan demi keberlansungan kehidupan di dunia ini..,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *