Kenali Cara Menggunakan Spatula Laboratorium untuk Hasil Penelitian Akurat

Peneliti wajib mengetahui cara menggunakan spatula laboratorium. Alat sederhana ini memiliki peran penting dalam riset dan penelitian di laboratorium. Meskipun namanya spatula tentu berbeda dengan spatula dapur yang banyak dikenal masyarakat. Jadi, jangan coba-coba menukar fungsi keduanya.

Alat ini sangat vital bagi peneliti. Fungsinya untuk mengambil, memindahkan, dan mengaduk bahan kimia yang berbentuk serbuk atau padat dalam takaran kecil. Berbeda dengan spatula dapur yang terbuat dari plastik, kayu, atau silikon, spatula laboratorium terbuat dari plastik atau logam.

Meskipun kecil alat ini mendukung keberhasilan riset. Jenisnya pun beragam tergantung pada kebutuhan peneliti saat bereksperimen. Benda yang mirip dengan spatula laboratorium adalah batang pengaduk. Sekilas sama, namun keduanya punya fungsi yang berbeda jadi jangan tertukar.

Seperti Apa Spatula Laboratorium?

Orang awam pasti bertanya-tanya seperti apa bentuk spatula laboratorium. Bagi peneliti benda ini sangat membantu kerja mereka untuk memindahkan dan mencampurkan bahan kimia selain cairan.

Bentuknya pipih, panjang, mirip dengan sendok atau pisau pipih. Ada beberapa jenis spatula yang fungsinya berbeda-beda. Kendati bentuknya mirip sendok, tentunya Anda tidak bisa menggantikannya dengan sendok ketika di laboratorium.

Spatula laboratorium didesain khusus untuk kepentingan ilmiah, inilah yang membedakan dengan spatula dapur yang kebanyakan orang tahu. Spatula laboratorium memiliki presisi dan kontrol untuk mengambil sample, bahan kimia serbuk atau padat dalam takaran sedikit. Ukurannya memungkinnya untuk masuk ke alat-alat laboratorium lain seperti tabung reaksi atau cawan.

Benda ini wajib ada di setiap laboratorium baik di lingkungan sekolah, lembaga penelitian, dan laboratorium instansi. Alat laboratorium spatula ini menjadi andalan para peneliti untuk menghasilkan penelitian yang akurat.

Spatula laboratorium terdiri dari dua bagian. Pertama bagian gagang untuk memegang yang terbuat dari material yang tahan panas dan bahan kimia. Kebanyakan terbuat dari stainless steel atau plastik khusus.

Ada bagian ujung yang berfungsi untuk mengambil dan memindahkan bahan kimia. Bentuknya bermacam-macam tergantung fungsi dan jenis bahan kimia yang akan diambil misal pipih, runcing, atau sendok.

Macam-macam Spatula Laboratorium

Alat laboratorium spatula memiliki beberapa jenis berdasarkan material, bentuk, dan fungsinya. Semua jenis harus ada di setiap laboratorium. Setiap spatula memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan peneliti. Apa saja macam-macam Spatula Laboratorium itu?

Stainless Stell

Laboratorium wajib memiliki spatula stainless steel. Menggunakan material baja tahan karat, menjadikan spatula ini tahan korosi dan tahan panas. Ciri lainnya tahan panas bersuhu tinggi, tahan lama, dan kokoh.

Selain itu spatula stainless steel ini mudah membersihkannya. Peneliti bisa menggunakannya untuk berbagai jenis bahan kimia. Peneliti paling sering menggunakan jenis spatula ini untuk mengambil bahan kimia berbentuk serbuk, padat, kristal dalam ukuran kecil dengan presisi tinggi.

Spatula Plastik Politena

Spatula jenis ini memiliki karakter ringan, fleksibel, tidak mudah bereaksi terhadap sebagian besar senyawa, dan sangat cocok untuk mengambil bahan kimia yang reaktif logam. Misal bahan kimia yang bersifat asam dan kondisi ketika peneliti harus menghindari kontaminasi logam.

Spatula Nikel

Spatula jenis ini bukan hanya berfungsi untuk mengambil bahan kimia. Akan tetapi, juga untuk mengaduk larutan. Peneliti bisa memakainya untuk mengaduk semua jenis larutan kecuali larutan yang bersifat asam. Karakteristiknya tahan panas, peneliti bisa memakainya di suhu tinggi, bersifat inert terhadap bahan kimia, dan mudah membersihkannya setelah memakainya.

Mikrospatula

Ukurannya lebih kecil dari spatula biasa. Fungsinya sama untuk mengambil bahan kimia hanya saja dalam ukuran yang sangat kecil. Peneliti biasanya menggunakannya untuk tempat berukuran kecil atau sempit. Biasanya untuk penelitian yang membutuhkan pengukuran dalam skala mikro.

Spatula Ganda

Berbeda dengan jenis spatula lainnya, spatula ini memiliki dua fungsi sekaligus. Satu ujung berbentuk sendok untuk mengambil bahan kimia serbuk, ujung lainnya berbentuk pipih untuk mengambil bahan kimia berbentuk padat. Pastinya jenis spatula ini sangat efisien dan praktis karena memiliki dua fungsi dalam satu alat.

Peneliti harus mengetahui jenis spatula dan fungsinya secara tepat. Ini terkait dengan hasil penelitian yang akurat.

Spatula Laboratorium Fungsinya untuk Apa Saja?

Setelah mengetahui jenis-jenis spatula, sekarang kita bahas apa saja fungsi dari alat laboratorium spatula. Secara umum alat ini berfungsi untuk mengambil dan memindahkan bahan kimia noncairan. Berikut detail fungsi alat laboratorium spatula:

Mengambil dan Memindahkan Sample

Alat ini memiliki fungsi utama mengambil dan memindahkan bahan kimia saat percobaan dalam jumlah kecil. Peneliti mengambil bahan kimia atau sample dari tempat penyimpanan. Kemudian memindahkannya ke tempat lain seperti tabung reaksi. Alat tersebut juga berfungsi untuk mengukur jumlah bahan kimia yang diambil dengan presisi. Spatula bisa mengambil sample dalam jumlah yang sangat sedikit dan terkontrol untuk mendukung keberhasilan uji laboratorium

Mengukur Bahan Kimia

Saat eksperimen, peneliti membutuhkan bahan kimia dalam ukuran tertentu. Spatula laboratorium berfungsi untuk mengambil bahan dan memindahkannya ke atas kertas timbangan atau alat penimbang.

Peneliti juga menggunakan spatula untuk menambah atau mengurangi bahan kimia agar sampai mendapatkan ukuran yang sesuai. Pemakaian spatula yang tepat membantu ketelitian peneliti untuk mendapatkan ukuran yang pas.

Pencampuran dan Pengadukan

Spatula yang terbuat dari bahan nikel atau plastik bisa berfungsi untuk mencampur atau mengaduk larutan. Alat laboratorium ini berfungsi untuk mengaduk larutan dalam tabung reaksi atau gelas kimia.

Selain itu spatula laboratorium juga berfungsi untuk mencampur bahan kimia padat sebelum dilarutkan. Peneliti juga menggunakan alat ini untuk meratakan campuran bahan kimia bubuk atau kristal.

Mengikis dan Memotong

Jenis spatula yang berbentuk pipih dan akan berfungsi untuk mengikis dan memotong bahan kimia. Peneliti bisa memakai alat ini untuk mengikis residu yang menempel pada sisi dalam tempat.

Spatula laboratorium pipih juga berfungsi untuk memotong bahan kimia padat sampai ke ukuran kecil agar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Fungsi lainnya untuk meratakan sample atau bahan kimia berbentuk padat.

Fungsinya sangat krusial untuk mempersiapkan bahan kimia sebelum eksperimen dan memastikan pengambilan sample atau bahan kimia representatif.

Mengaplikasikan Sample pada Alat Laboratorium Lain

Pada beberapa kegiatan eksperimen, spatula laboratorium berfungsi untuk mengaplikasikan atau mengoleskan sample pada slide mikroskop. Peneliti memakai spatula untuk mengaplikasikan bahan kimia pada media kultur. Fungsi lainnya meratakan sample di plat kromatografi. Perlu ketelitian untuk mendapatkan hasil yang akurat

Membersihkan Alat Laboratorium

Spatula juga berfungsi untuk membersihkan sisa dan mendapat residu yang menempel pada alat laboratorium. Selain itu spatula juga bisa digunakan untuk mengumpulkan kristal atau endapan dari hasil reaksi kimia.

Spatula juga berfungsi untuk kebersihan alat laboratorium setelah digunakan. Tentunya peneliti akan mencuci alat agar siap digunakan untuk penelitian berikutnya.

Mau Menggunakan Spatula Laboratorium? Cek Dulu Ini Ya!

Peneliti tidak bisa asal- asalan ketika menggunakan spatula laboratorium. Peneliti harus mengetahui jenis dan fungsi setiap spatula. Peneliti mempersiapkan beberapa hal sebelum menggunakan spatula karena akan berpengaruh pada keakuratan hasil penelitian dan untuk mencegat agar sample atau bahan kimia tidak terkontaminasi.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti dan calon peneliti:

Memilih Jenis Spatula yang Sesuai

Ada beberapa jenis spatula berdasarkan bahan dan fungsinya. Ketahui sifat dari bahan kimia yang akan digunakan. Apakah bahan tersebut bersifat asam, basa, atau reaktif terhadap logam. Jika keliru menggunakan spatula akan berpengaruh pada hasil eksperimen.

Jika bahan kimia reaktif terhadap logam, gunakan spatula berbahan plastik. Untuk bahan kimia yang memerlukan suhu tinggi, peneliti bisa menggunakan spatula jenis stainless steel atau nikel. Kenali dulu bahan kimia yang akan dipakai, pilih jenis spatula yang tepat.

Spatula dalam Keadaan Bersih

Peneliti wajib memastikan kebersihan semua alat yang akan digunakan termasuk spatula laboratorium. Pastikan spatula dalam keadaan bersih dan kering. Periksa dengan teliti tidak terdapat goresan, kotoran yang menempel, kerusakan seperti spatula bengkok, tanda-tanda korosi, atau perubahan warna pada spatula.

Peneliti harus membersihkan spatula laboratorium setelah digunakan. Jika spatula kotor, bersihkan terlebih dahulu dengan air suling dan detergen laboratorium. Setela itu keringkan dan spatula siap memakainya.

Sterilisasi Spatula

Beberapa eksperimen memerlukan alat laboratorium yang benar-benar steril. Kendati dalam keadaan bersih, peneliti tetap harus mensterilkan spatula sesuai dengan standar laboratorium, yaitu dengan merendam pada alkohol yang mengandung etanol selama beberapa menit atau memanaskan bagian ujung spatula dengan api bunsen.

Gunakan Alat Pelindung Diri

Ketika menggunakan spatula, sebaiknya juga mengenakan sarung tangan dan masker. Ini sebagai langkah antisipasi agar bahan kimia tidak terkontaminasi atau terkena tangan. Pilij jenis sarung tangan yang sesuai dengan bahan kimia. Anda bisa juga memakai kacamata laboratorium jika perlu.

Cara Menggunakan Spatula Laboratorium

Setelah mengetahui definisi, fungsi, dan jenis spatula laboratorium pembahasan berikutnya adalah bagaimana cara menggunakan spatula laboratorium. Cara yang tepat akan berpengaruh pada hasil penelitian yang akurat. Risiko yang kerap terjadi adalah adanya bahan kimia terkontaminasi saat pengambilan.

Ada tahapannya ketika menggunakan spatula laboratorium, yaitu:

Mengambil Sample atau Bahan Kimia

Buka wadah bahan kimia, jangan biarkan wadah terbuka terlalu lama. Segera tutup wadah setelah selesai mengambil bahan kimia. Masukkan spatula perlahan, jangan sampai terkena bagian dinding wadah karena bisa menimbulkan kontaminasi. Ambil bahan kimia sesuai takaran yang dibutuhkan. Jangan mengambil sample terlalu banyak, peneliti bisa mengambil sample sedikit demi sedikit.

Memindahkan Sample atau Bahan Kimia

Pindahkan bahan kimia dengan hati-hati dan perlahan, usahakan jangan sampai tumpah atau percikan bahan lain yang bisa menyebabkan kontaminasi. Apabila Anda memindahkan bahan kimia ke timbangan, lakukan secara perlahan dan sedikit demi sedikit sampai mendapatkan jumlah yang sesuai. Sementara untuk bahan higroskopis atau bahan kimia yang mudah menyerap air lakukan dengan cepat dan segera tutup wadah setelah mengambil sample.

Mencampur Bahan

Ketika mencampur atau mengaduk bahan gunakan cara memutar perlahan jangan sampai tumpah atau terpercik ke luar. Pastikan semua bahan tercampur dengan merata. Jangan mengaduk terlalu kencang karena bisa menimbulkan percikan atau tumpah.

Ambil Sedikit

Jangan penuhi spatula ketika mengambil bahan kimia. Anda bisa mengambil sedikit demi sedikit. Sebisa mungkin ambil bahan dari bagian tengah wadah. Peneliti bisa mengetuk wadah sebelum mengambil sample untuk meratakan bahan kimia yang ada di wadah.

Hindari Kontak Langsung dengan Wadah

Ketika peneliti menimbang sample, ambil secara perlahan sampai mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Akan tetapi, jangan sampai menyentuh wadah timbangan untuk menghindari tidak akuratnya ukuran. Saat menimbang jangan sampai ada getaran atau gangguan yang dapat berpengaruh pada hasil.

Untuk Bahan yang Sangat Reaktif

Sifat bahan kimia berbeda-beda, salah satunya bahan kimia yang sangat terhadap zat lain. Peneliti bisa menggunakan spatula sekali pakai untuk menghindari kontaminasi untuk menghindari kontaminasi dan reaksi yang tidak diinginkan.

Hindari penggunaan spatula yang sama untuk bahan kimia yang berbeda. Bersihkan spatula, sebelum digunakan untuk mengambil sample lain. Tujuannya untuk menghindari kontaminasi silang.

Berlatih dengan Baik

Mengapa perlu berlatih? Bukan perkara mudah bisa mengambil sample atau bahan kimia secara presisi. Peneliti perlu berlatih untuk membiasakan tangan stabil dan tidak bergoyang saat mengambil sample. Jangan bekerja di laboratorium ketika lelah, pastikan posisi tubuh Anda tepat saat mengambil sample. Gunakan cahaya yang cukup terang saat pengambilan sample, apalagi sample dengan ukuran yang sangat kecil.

Merawat Spatula Laboratorium

Sama seperti alat laboratorium lainnya,peneliti juga harus melakukan perawatan benar spatula. Ini bertujuan agar spatula dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan awet. Spatula laboratorium yang terawat akan berpengaruh pada hasil penelitian.

Setelah menggunakan spatula, segera cuci spatula untuk membersihkan sisa residu yang menempel. Jangan sampai ada sisa kotoran yang mengeras sehingga susah dibersihkan. Peneliti bisa menggunakan air suling di laboratorium dan detergen khusus. Hindari penggunaan sabun cuci biasa karena bisa menyisakan residu.

Setelah dicuci, segera keringkan spatula dengan tisu laboratorium atau letakkan di rak sehingga spatula kering dengan sendirinya. Jika terdapat residu yang sulit dibersihkan, gunakan cairan kimia seperti etanol dan aseton dengan takaran yang sesuai aturan. Pemanasan spatula untuk sterilisasi bisa melakukannya untuk material tertentu.

Setelah kering simpan spatula di tempat yang kering, bersih, dan tertutup sehingga terlindung dari debu. Untuk menghindari kerusakan, simpan spatula di tempat khusus. Jangan meletakkan spatula di tempat terbuka dan terkena sinar matahari karena dapat mengurangi kualitas material.

Untuk spatula yang riskan dan sensitif gunakan tempat penyimpanan khusus dengan perlindungan ekstra. Pastikan spatula dalam kondisi yang baik tidak terdapat goresan, bengkok, perubahan warna, aus, rusak, dan lain-lain. Segera ganti spatula apabila terdapat tanda kerusakan.

Spatula laboratorium dapat digunakan sesuai dengan jenis dan lama pemakaian. Frekuensi penggunaan dan cara perawatan juga berpengaruh pada usia spatula. Misalnya spatula stainless steel, jenis tersebut bisa awet sampai puluhan tahun asal penggunaannya tepat.

Sementara spatula plastik memiliki umur pakai yang lebih pendek apalagi jika sering dipakai mengambil bahan kimia yang sensitif. Pastikan penggunaan spatula laboratorium sesuai jenis dan fungsinya. Perhatikan pula cara membersihkan dan merawatnya agar awet tahan lama.

Saat menggunakan spatula laboratorium dan terjadi kontaminasi, segera bersihkan spatula sesuai dengan prosedur. Jangan sampai residu menumpuk dan mengeras sehingga sulit membersihkannya.

Belum ada ulasan

Leave a reply

Jaminan 100% Aman

Kami menghadirkan pilihan metode pembayaran yang aman dan nyaman

Pengadaan Mudah

Proses pengadaan mudah & cepat +/- 5 menit, belanja online khusus bisnis

Jaminan Keaslian

Kucari.com menjamin produk yang kami jual 100% original berkualitas

Jaminan Pengiriman

Kami akan mengembalikan uang Anda secara penuh, jika barang tidak terkirim

Professional Support

Sales support Kucari.com siap membantu Anda melalui email, WA dan call center

Kucari.com

Kucari.com merupakan B2B (Business to Business) & B2G (Business to Government) E-Commerce & E-Procurement /pengadaan kebutuhan bisnis/kantor dan perkakas industri seperti alat ukur, survei, uji lingkungan, alat kelistrikan, perkakas tangan, alat safety, laboratorium, alat kesehatan dan telekomunikasi terlengkap di Indonesia.

Perusahaan

PT. DARMA SAKTI ADISAPUTRA

Sales & Showroom
Puri Botanic Junction Blok i-10 No. 36 Jl. Joglo Raya, Kel. Joglo, Kec. Kembangan Jakarta Barat 11640

Head Office
Jl. Situ Gede, Perumahan Bank Duta No. 14 Linggajaya, Mangkubumi - Tasikmalaya 46181
Metode Pembayaran
Pilihan Pengiriman
logo pay
Shipping 1
© 2025 Kucari.com - Beli dari Bisnis. Bukan dari Internet.
Kucari.com
Logo
Shopping cart