Viscotester Rion-VT06

Cara Mengetahui Kekentalan Cairan Dengan Viscometer Leave a comment

Tahukah Anda bila sebuah cairan terlalu kental maka dapat menjadi hambatan untuk mengalir? Itu sebabnya, tidak semua jenis cairan dapat mengalir dengan cepat. Beberapa contoh cairan yang mengalir dengan cepat misanya bensin, air dan alkohol. Berbeda dengan madu, minyak asto atau gleserin yang mengalir lambat. Tidak percaya?

Anda bisa mencoba mengalirkannya dalam sebuah tabung atau menggunakan sedotan. Maka akan terlihat pergerakannya. Kekentalan cairan tersebut dikatakan sebagai viskositas. Di mana biasanya peneliti akan menggunakan alat berupa viscometer untuk mengukur kekentalan suatu cairan.

Viscometer tidak hanya digunakan untuk mengukur tapi juga menganalisa kekentalan (viskositas) pada zat cair. Alat ukur kekentalan ini pun telah dipercaya dapat mengukur tingkat kekentalan dari suatu zat cair secara akurat serta spesifik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Viskositas

Dalam pengukuran menggunakan viscometer, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi viskositas suatu cairan. Apa sajakah itu? Mari simak ulasan  sebagai berikut!

1. Temperatur

Perubahan suhu dapat berpengaruh terhadap viskositas cairan. Di mana dengan naiknya suhu maka viskositas akan turun, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut disebabkan karena molekul-molekul zat cair akan memperoleh energi bila terjadi pemanasan. Di mana molekul-molekul tersebut bergerak sehingga gaya interaksi antar molekul menjadi melemah.

2. Tekanan

Tekanan juga dapat mempengaruhi viskositas dari cairan. Apabila tekanan naik, maka viskositas cairan juga menjadi naik. Begitu pula sebaliknya, viskositas cairan akan menjadi turun apabila tekanan turun.

3. Berat Dan Ukuran Molekul

Kenaikan viskositas dipengaruhi dengan naiknya ukuran dan berat dari molekul. Di mana dengan naiknya molekul cairan maka viskositasnya juga menjadi tinggi. Hal ini akan mempengaruhi laju aliran dari cairan tersebut sehingga menjadi lambat.

Artikel sejenis  Alat Ukur Tanah: Macam-macam Alat Ukur Tanah dan Fungsinya

4. Kehadiran Zat Lain

Ternyata dengan adanya penambahan zat lain pada suatu cairan akan membuat viskositas menjadi naik atau turun. Akan tetapi, hal tersebut tergantung dari bahan suspensinya apakah akan membuat cairan tersebut menjadi kental atau menjadi lebih cair. Misalnya saja pada air yang ditambah dengan gula. Gula yang laut pada air akan membuat air menjadi kental. Ini berarti viskositas air menjadi naik. Berbeda dengan gliserin ataupun minyak. Apabila ditambahi air maka akan menjadi encer mengikuti sifat air, yang berarti viskositasnya menjadi turun.

Macam-Macam Viscometer

Ada beberapa macam dari jenis viscometer. Di mana semuanya memiliki fungsi dan cara kerjanya sendiri. Yuk kita lihat beberapa jenisnya seperti berikut ini!

  1. Viscometer Ostwald

Alat ukur ini digunakan dengan menggunakan hukum poisulle. Di mana caranya adalah dengan mengukur waktu yang diperlukan ketika mengalirkan cairan ke dalam pipa kapiler dari a ke b. Cairan ini akan diukur dengan cara memasukannya ke dalam viscometer yang telah diletakan pada thermostat. Kemudian cairan akan dihisap menggunakan pompa ke dalam bola hingga tiba di atas tanda a.

Setelah itu, cairan akan dibiarkan mengalir menuju ke bawah. DI mana waktu yang diperlukan dari mengalirkan cairan dari a menuju b akan dicatat dengan menggunakan stopwatch. Alat ini menggunakan metode pengukuran waktu yang dibutuhkan suatu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler akibat gaya yanng diakibatkan oleh berat dari cairan itu sendiri.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan viscometer ostwald, yaitu:

  • Bersihkan vikometer terlebih dahulu.
  • Gunakan pipet untuk memasukan cairan ke dalam viscometer.
  • Gunakan pushball untuk menghisap cairan hingga melewati 2 batas.
  • Siapkan stopwatch, kemudian cairan dikendurkan hingga batas pertama, lalu penghitungan dimulai.
  • Hasil dicatat dan gunakan rumus untuk melakukan penghitungan.
  • Pada saat melakukan penghitungan, usahakan untuk menggemgam pada lengan yang tidak berisi cairan.
  1. Viscometer Hoppler
Artikel sejenis  Mengenal Manfaat Angin Dan Penggunaan Alat Ukur Angin

Viscometer hoppler akan menghitung viskositas suatu benda berdasarkan hukum stokes. Di mana Anda akan membutuhkan alat bantu berupa bola. Pada hukum stokes dinyatakan apabila sebuah bola bergerak di dalam sebuah cairan atau fluida yang bergerak, maka akan bekerja gaya gesek pada bola tersebut yang berbentuk gaya gesekan yang memiliki arah berlawanan dari arah gerak bola tersebut. Di mana ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti ruang untuk tempat fluida yang terbatas, tidak adanya turbulensi yang terjadi di dalam fluida, serta kecepatan tidak besar, sehingga menyebabkan aliran masih linier.

Pada pengukuran menggunakan viscometer hoppler, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Mengukur diameter dan massa dari bola.
  • Mengukur panjang dari tabung viscometer, mulai dari batas atas hingga batas bawah.
  • Menentukan massa dari masing-masing cairan.
  • Mengukur temperatur dari alat viskositas Hoppler.
  • Mengisi tabung dengan menggunakan aquades serta memasukan bola ke dalamnya.
  • Hidupkan stopwatch ketika bola berada di atas, dan matikan ketika bola berada di bawah.
  • Mencatat waktu bola jatuh dari batas atas hingga batas bawah.
  • Balikan tabung.
  • Prosedur 3 hingga 5 diulang kembali sebanyak 3 kali berturut- turut, dengan menggunakan cairan yang lain dan pada temperature yang berbeda.
  1. Viscometer Cup And Bo

Melakukan pengukuran viskositas dengan viscometer ini adalah dengan memasukan sampel pada ruang antara dinding luar bob/roor dengan dinding di dalam mangkuk atau cup yang pas dengan rotor tersebut. Kemudian rotor dipasang dan alat dihidupkan. Anda pun dapat mengetahui viskositas cairan dengan membaca skala yang ditunjukan oleh alat tersebut.

  1. Viscometer Cone And Plate (Brookefield)

Pada alat viscometer ini peneliti bisa mendapatkan instrumen yang canggih untuk secara rutin dapat menentukan viskositas absolut cairan di dalam volume kecil. Cara penggunaannya sangat mudah. Di mana Anda cukup meletakan sampel pada tengah papan. Kemudian naikan agar posisinya berada di bawah kerucut. Kerucut akan digerakan menggunakan motor dengan bermacam-macam kecapatan. sampel tersebut akan tergeser di dalam ruang sempit antara papan yang diam. Kerucut pun kemudian akan berputar.

Artikel sejenis  Theodolit: Cara menggunakan theodolite untuk mengukur luas tanah

Aneka Produk Viscometer Yang Direkomendasikan

Anda ingin mencari viscometer untuk meneliti viskositas suatu cairan? Tidak perlu bingung mencarinya karena www.kucari.com telah menyediakan beberapa rekomendasi sebagai berikut ini.

Ini dia alat ukur kekentalan yang memiliki akurasi pengukuran yang tinggi. Selain itu mudah dalam pengoperasiannya dan tidak sulit untuk membacanya.  Memiliki suhu ambient sekitar 5°C-35°C serta Voltage: 110 V±10%; 220 V±10%. Alat dengan model NDJ-5S 2. Voltage: 110 V± ini biasa digunakan dalam kebutuhan industri seperti pada cat, minyak, obat-obatan, makanan, kosmetik dan lainnya. Tersedia dengan harga Rp 11.500.000.

Ada pula viscometer dengan model NJD-8S. Memiliki rentang pengukuran 1 ~ 2.000.000 mPa, alat ini memiliki suhu ambient sekitar 5-35 °C dengan kelembaban relatif  =< 80%. Dengan power supply 220 V, Anda bisa mendapatkannya seharga Rp 12.500.000.

Menarik sekali, bukan? Yuk belajar alat ukur kekentalan cairan sekarang juga dengan viscometer



Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi rating

Rating rata-rata / 5. Jumlah rating:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *