- Sektor Pertanian
Rekomendasi Produk
Pilihan Terbaik
Sektor Pertanian, Perkebunan & Peternakan
Industri pertanian adalah industri yang mengolah dan menghasilkan barang yang mendukung sector pertanian. Industri pertanian itu sendiri meliputi industry pertanian, perkebunan,kehutanan dan peternakan.
Produk Pilihan Sektor Pertanian
GWON GMK 303RS Grain Moisture Meter
Moisture Meter TK100H – Jerami Rumput
Benetech GM650B Grain Moisture Meter
Ohaus MB92 Moisture Analysis
FNIRSI WMT-10 Wood Moisture Meter
Chemical Moisture Meter DM300C
Meat Moisture Meter DM300R
Sentec SEM2252 Moisture Meter
Biobase BSM-02 Soil Tester Moisture Temperature Salinity
Coal Moisture Meter DM300S
Sektor Industri Pertanian Terbaik
Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam melimpah yang diharapkan mampu menjadi sektor potensial dalam mendukung pembangunan jangka panjang dan pendek perekonomian wilayah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi
Sektor Pertanian di Indonesia saat ini masih menjadi ruang untuk rakyat kecil. Kurang lebih 100 juta jiwa atau hampir separuh dari jumlah rakyat Indonesia bekerja di sektor pertanian.
Untuk itu Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk membina para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar menjadi pondasi yang kuat dalam mendukung ekonomi Indonesia.
Sektor Pertanian Terdiri dari:
Industri Pertanian
Pembangunan pertanian Indonesia (padi) dengan pancausaha tani mampu mengantarkan Indonesia berswasembada pangan. Upaya meningkatkan produksi beras/nonberas antara lain dengan cara berikut.
- Pancausaha tani.
- Penanganan pascapanen.
- Menentukan harga yang layak bagi produsen dan konsumen.
- Penyediaan sarana dan prasarana.
- Pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
- Pemanfaatan lahan kering pekarangan dan rawa.
- Pengembangan holtikultura (buah-buahan, sayur-sayuran, dan obat-obatan).
Industri Perkebunan
Usaha industri perkebunan meliputi perkebunan kecil/rakyat (tebu, tembakau, kelapa, kopi, karet, dan teh) dan perkebunan karet. Produksi perkebunan untuk meningkatkan ekspor, memenuhi kebutuhan dalam negeri. Upaya meningkatkan industri perkebunan ditempuh dengan cara berikut.
- Peremajaan yaitu mengganti tanaman yang tua dan busuk.
- Rehabilitasi yaitu pemulihan kemampuan daya produktivitas.
- Pemanfaatan lahan kering dan lahan transmigrasi.
- Penganekaragaman komoditas.
- Ekstensifikasi dan intensifikasi (penggunaan teknologi tepat guna).
Tujuan perkebunan ada 3 yang disebut Tridharma Perkebunan, yaitu:
- meningkatkan pendapatan dan devisa negara;
- menciptakan lapangan pekerjaan;
- memelihara kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup.
Industri Perikanan
Peningkatan produksi perikanan bermanfaat untuk :
- memenuhi kebutuhan pangan dan gizi;
- meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan;
- memajukan desa-desa pantai.
Perikanan dibedakan menjadi 2 yaitu:
- perikanan laut dengan hasil ikan tongkol, hiu, selar, laying lemusu, dan lain-lain;
- perikanan darat dalam bentuk kolam, empang, danau, waduk dengan jenis ikan mas, mujair, tawes, gurami, dan lele.
Upaya peningkatan produksi perikanan melalui hal-hal berikut.
- Pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
- Penyuluhan dan pembinaan.
- Penyediaan sarana dan prasarana.
- Kemampuan pemasaran.
Industri peternakan
Peningkatan produksi perikanan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan pangan dan gizi serta peningkatan ekspor.
Selain itu, pengembangan usaha perikanan rakyat juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para nelayan serta memajukan desa-desa di sekitar pantai.
Pembangunan peternakan bertujuan untuk :
- memantapkan swasembada pangan;
- memperbaiki mutu makanan khususnya penyediaan protein nabati dan hewani.
Peternakan dibagi dalam 3 jenis, yaitu:
- peternakan hewan besar (sapi, kerbau);
- peternakan hewan sedang (kambing, biri-biri, dan babi);
- peternakan hewan unggas (ayam, itik, puyuh).
Upaya untuk meningkatkan produktivitas antara lain sebagai berikut.
- Pemanfaatan dan pengembangan teknologi tepat guna.
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak.
- Penyuluhan terhadap petani ternak.
- Memelihara kesehatan ternak dan kebersihan kandang.
- Memanfaatkan limbah ternak (untuk pupuk).
Industri Kehutanan
Hutan merupakan kekayaan alam, maka perlu pengelolaan yang teratur agar dapat memberikan manfaat, tetapi tetap menjaga kelestarian hutan.
Peranan hutan adalah sebagai berikut.
- Sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja.
- Menghasilkan kayu, mulai tahun 1980 ekspor kayu olahan dengan industri kayu lapis.
- Untuk keperluan bahan bakar dan paru-paru dunia.
- Untuk konstruksi bangunan dan kerajinan, sumber energi.
- Sumber obat-obatan tradisional dan sumber penyimpan, pengatur air.
- Sumber plasma nutfah (penerus genetika) flora dan fauna.
Upaya peningkatan hasil hutan adalah sebagai berikut.
- Peningkatan pengusahaan hutan produksi.
- Penyempurnaan tata guna hutan serta pemanfaatan hasilnya.
- Peningkatan perlindungan hutan.
- Penanaman hutan-hutan yang rusak serta konversi sebagian hutan alam menjadi hutan buatan.
- Peningkatan penertiban penebangan hutan.
Pertanian
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Kehutanan
Pengertian Pertanian
Pertanian adalah kegiatan mengelola sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk menghasilkan komoditas pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan dalam suatu agroekosistem.
Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.
Revolusi industri 4.0 dalam sektor agrikultur ternyata lebih dominan terjadi di Eropa. Hal ini disebabkan oleh adanya bencana demografi, yaitu keadaan dimana jumlah penduduk yang berusia produktif lebih sedikit dibanding penduduk yang berusia non-produktif sehingga tenaga penduduk harus digantikan dengan teknologi. Sedangkan di Indonesia sendiri, revolusi industri 4.0, terutama di sektor pertanian belum begitu berhasil berkembang.
Pertanian khususnya ketahanan pangan masih bertumpu pada level menengah kecil, kalau sektor ini tidak dijadikan ruang ekonomi, maka ini akan dibawa kemana?. Kita harus bina ruang ini sehingga menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia
1. Sumber Daya Manusia
Faktanya, sebagian besar petani berusia lebih dari 40 tahun dan lebih dari 70 persen petani di Indonesia hanya berpendidikan setara SD bahkan di bawahnya. Pendidikan formal yang rendah tersebut menyebabkan pengetahuan dalam pengolahan pertanian tidak berkembang serta monoton. Petani hanya mengolah pertanian seperti biasanya tanpa menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi peningkatan hasil pangan yang berlimpah.
2. Kondisi Lahan Pertanian di Indonesia
Tidak bisa dipungkiri bahwa penyebaran penduduk dan pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya “Lahan Tidur” atau lahan yang belum tergarap oleh masyarakat di daerah-daerah pedalaman, sementara, lahan di suatu wilayah strategis justru menjadi rebutan dengan harga mahal.
Mengingat harga tanah yang semakin melonjak tinggi, luas kepemilikan lahan pertanian para petani di Indonesia pun rata-rata kecil. Bahkan, sebagian besar petani hanya bisa menggarap lahan milik orang lain sehingga hasilnya pun harus dibagi dua. Selain itu, dampak akibat konversi lahan pertanian menjadi non pertanian yang mencapai 150-200 ribu per tahun juga menyebabkan petani kekurangan lahan untuk bercocok tanam.
3. Teknologi Belum Sepenuhnya Diterima Masyarakat
Sistem pengalihan teknologi dari tradisional menjadi modern dalam pengelolaan pertanian belum mampu diterima secara luas oleh para petani yang masih banyak memilih menggunakan peralatan tradisional dibanding peralatan teknologi canggih. Selain karena keterbatasan biaya, keterbatasan pengetahuan juga menjadi faktor yang menghambat laju teknologi untuk merambah sektor pertanian secara luas.
Di sinilah peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan edukasi yang cukup bagi para petani agar dapat memajukan sektor pertanian di era revolusi industri 4.0 ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan mungkin berupa memberikan penyuluhan besar-besaran dan melakukan demo penggunaan alat pertanian yang dilengkapi dengan teknologi modern.
- LCD besar dengan tampilan beberapa parameter secara bersamaan
- pH, Konduktivitas atau Salinitas atau TDS, Dissolved oxygen & Suhu
- Mode genggam dengan desain tahan air IP67
- Auto temperature compensation ( ATC ) - Mulai otomatis untuk pengukuran konduktivitas
- Kalibrasi beberapa titik: 3 poin untuk pH, 1 poin untuk D.O., 4 poin untuk konduktivitas
- Accuracy : ±2% F.S
- Operating temperature : 0ºC ~ 50ºC (32ºF~122ºF)
- Automatic temperature compensation (ATC) : 0ºC ~ 50ºC (32ºF~122ºF)
- Calibration : manual – screwdriver included
- Dimensions : 18cm x 3.5 cm x 10.5cm
- Use to measure the PH & TDS & TEMP of solution.
- Electrode probe can be replaced, ATC function.
- Easy calibration of pH and TDS with just a mini-screwdriver.
- Large and clear LCD with backlight, easy to read
- Ideal in water sources, aquarium, hydroponics, spas, swimming pools and other water systems. Automatic Temperature Compensation.

Berita Sektor Pertanian
Dapatkan informasi update di sektor industri energy
Sektor Pertanian Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.