Rekomendasi Produk
Pilihan Terbaik
alat ukur pertanian

Sektor Pertanian, Perkebunan & Peternakan

Industri pertanian adalah industri yang mengolah dan menghasilkan barang yang mendukung sector pertanian. Industri pertanian itu sendiri meliputi industry pertanian, perkebunan,kehutanan dan peternakan. 

Produk Pilihan Sektor Pertanian

1 GWON GMK 303RS
More details +

GWON GMK 303RS Grain Moisture Meter

GWON GMK 303RS Grain Moisture Meter adalah alat ukur digital kadar air biji‑bijian yang digunakan untuk menentukan persentase kandungan air pada berbagai jenis gandum dan biji‑bijian seperti padi, beras, jagung, kedelai, gandum, dan barley
Rp 3.330.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
2 Moisture Meter TK100H
More details +

Moisture Meter TK100H – Jerami Rumput

Alat ukur kadar air untuk berbagai jenis rumput jerami antara lain, Jerami, Sisal/ Agave Sisalana, Cole, Straw, Wheat, Potato, Alfalfa, Forage Grass, Leymus Chinensis, Orchard, Banlangen, Solanum Nigrum dll.
Rp 2.175.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
3 Benetech GM650B
More details +

Benetech GM650B Grain Moisture Meter

Benetech GM650B adalah moisture meter portabel yang cocok untuk berbagai jenis biji-bijian seperti padi, gandum, jagung, kedelai, barley, beras, kacang, dan lainnya. Alat ini memiliki probe panjang (±600 mm) yang dapat dimasukkan ke dalam tumpukan biji untuk mendapatkan pembacaan kelembapan yang lebih representatif di kedalaman yang berbeda. Tampilan LCD dengan lampu latar membuatnya mudah dibaca bahkan di kondisi kurang cahaya.
Rp 1.500.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
4
More details +

Ohaus MB92 Moisture Analysis

MB92 terbaru ini dilengkapi dengan housing yang didesain ulang, pemanas serat karbon yang inovatif, dan sel beban yang ditingkatkan untuk meningkatkan daya tahan dan kinerja. Ideal bagi pengguna yang menginginkan kinerja lebih tinggi, baik di laboratorium maupun di lantai produksi, menawarkan keamanan dan integritas data yang lebih baik dengan perlindungan kata sandi.
Rp 49.500.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
5
More details +

FNIRSI WMT-10 Wood Moisture Meter

FNIRSI WMT-10 Wood Moisture Meter dilengkapi layar warna definisi tinggi 2,4 inci, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan kayu dan pengguna kayu. Alat canggih ini memastikan pengukuran kadar air kayu yang akurat, mendukung empat mode pengukuran berbeda: kayu keras, kayu lunak, dinding plester, dan dinding bata.
Rp 1.350.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
6
More details +

Chemical Moisture Meter DM300C

Model utilitas ini memiliki keunggulan rentang pengukuran yang luas, presisi tinggi, tampilan yang jernih, pengukuran cepat, kinerja yang stabil, indeks yang andal, ukuran kecil dan ringan, serta dapat dilakukan dengan mudah di tempat. Alat ini merupakan instrumen yang ideal untuk mengukur kadar air produk dalam industri kimia.
Rp 3.500.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
7
More details +

Meat Moisture Meter DM300R

Meat Moisture Meter DM300R adalah alat tingkat kelembapan (moisture meter) digital portabel yang dirancang khusus untuk mengukur kadar air pada daging segar — seperti babi, sapi, kambing, ayam, dan sebagainya. Alat ini ideal untuk digunakan dalam proses produksi, penyimpanan, pengiriman, hingga inspeksi, agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak over-moisture (yang bisa menurunkan mutu atau menyebabkan penyusutan berat/keuntungan).
Rp 3.300.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
8
More details +

Sentec SEM2252 Moisture Meter

Penguji cepat tanah SEM2252 adalah sensor yang dikembangkan oleh perusahaan kami untuk mendeteksi komponen tanah dengan cepat. Bentuk sensor mengadopsi desain genggam, yang nyaman bagi pengguna untuk dibawa. Probe mengadopsi desain probe empat pin dan terbuat dari baja tahan karat. Memiliki ketahanan korosi yang baik dan ketangguhan yang kuat.
Original price was: Rp 7.000.000.Current price is: Rp 6.800.000. *Inc. PPN
Baca semua ulasan
9
More details +

Biobase BSM-02 Soil Tester Moisture Temperature Salinity

Alat Ukur Tanah Multiparameter Genggam dapat memperoleh berbagai parameter dengan berbagai sensor dan parameter yang diuji adalah suhu udara, kelembapan, suhu tanah, dan kelembapan tanah. Alat ini banyak digunakan dalam fasilitas pertanian, kehutanan, hortikultura, peternakan, dan bidang lainnya, serta berfungsi untuk melakukan pemantauan otomatis, kontrol otomatis, dan manajemen cerdas terhadap fasilitas untuk mendapatkan informasi ekologi pertanian yang komprehensif.
Rp 11.500.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan
10
More details +

Coal Moisture Meter DM300S

Alat Ukur Kelembapan ini digunakan untuk mengukur kadar kelembapan batu bara, terak, tanah, pasir perak, bubuk kombinasi kimia, bubuk batu bara, dan bahan bubuk lainnya. Alat ini dapat digunakan di industri pertambangan, industri kimia, dan industri terkait lainnya. Teknologi sensor yang dipatenkan memiliki jangkauan kerja yang luas, dapat dimasukkan ke dalam pengukuran, dan ditampilkan dengan cepat.
Rp 3.250.000 *Inc. PPN
Baca semua ulasan

Sektor Industri Pertanian Terbaik

Panduan, Perbandingan, dan Saran

Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam melimpah yang diharapkan mampu menjadi sektor potensial dalam mendukung pembangunan jangka panjang dan pendek perekonomian wilayah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi

Sektor Pertanian di Indonesia saat ini masih menjadi ruang untuk rakyat kecil. Kurang lebih 100 juta jiwa atau hampir separuh dari jumlah rakyat Indonesia bekerja di sektor pertanian.

Untuk itu Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk membina para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar menjadi pondasi yang kuat dalam mendukung ekonomi Indonesia.

51QtLTj8QL. SX425

Sektor Pertanian Terdiri dari:

Industri Pertanian

Pembangunan pertanian Indonesia (padi) dengan pancausaha tani mampu mengantarkan Indonesia berswasembada pangan. Upaya meningkatkan produksi beras/nonberas antara lain dengan cara berikut.

  • Pancausaha tani.
  • Penanganan pascapanen.
  • Menentukan harga yang layak bagi produsen dan konsumen.
  • Penyediaan sarana dan prasarana.
  • Pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
  • Pemanfaatan lahan kering pekarangan dan rawa.
  • Pengembangan holtikultura (buah-buahan, sayur-sayuran, dan obat-obatan).

Industri Perkebunan

Usaha industri perkebunan meliputi perkebunan kecil/rakyat (tebu, tembakau, kelapa, kopi, karet, dan teh) dan perkebunan karet. Produksi perkebunan untuk meningkatkan ekspor, memenuhi kebutuhan dalam negeri. Upaya meningkatkan industri perkebunan ditempuh dengan cara berikut.

  • Peremajaan yaitu mengganti tanaman yang tua dan busuk.
  • Rehabilitasi yaitu pemulihan kemampuan daya produktivitas.
  • Pemanfaatan lahan kering dan lahan transmigrasi.
  • Penganekaragaman komoditas.
  • Ekstensifikasi dan intensifikasi (penggunaan teknologi tepat guna).

Tujuan perkebunan ada 3 yang disebut Tridharma Perkebunan, yaitu:

  • meningkatkan pendapatan dan devisa negara;
  • menciptakan lapangan pekerjaan;
  • memelihara kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup.

Industri Perikanan

Peningkatan produksi perikanan bermanfaat untuk :

  • memenuhi kebutuhan pangan dan gizi;
  • meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan;
  • memajukan desa-desa pantai.

Perikanan dibedakan menjadi 2 yaitu:

  • perikanan laut dengan hasil ikan tongkol, hiu, selar, laying lemusu, dan lain-lain;
  • perikanan darat dalam bentuk kolam, empang, danau, waduk dengan jenis ikan mas, mujair, tawes, gurami, dan lele.

Upaya peningkatan produksi perikanan melalui hal-hal berikut.

  • Pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
  • Penyuluhan dan pembinaan.
  • Penyediaan sarana dan prasarana.
  • Kemampuan pemasaran.

Industri peternakan

Peningkatan produksi perikanan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan pangan dan gizi serta peningkatan ekspor.

Selain itu, pengembangan usaha perikanan rakyat juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para nelayan serta memajukan desa-desa di sekitar pantai.

Pembangunan peternakan bertujuan untuk :

  • memantapkan swasembada pangan;
  • memperbaiki mutu makanan khususnya penyediaan protein nabati dan hewani.

Peternakan dibagi dalam 3 jenis, yaitu:

  • peternakan hewan besar (sapi, kerbau);
  • peternakan hewan sedang (kambing, biri-biri, dan babi);
  • peternakan hewan unggas (ayam, itik, puyuh).

Upaya untuk meningkatkan produktivitas antara lain sebagai berikut.

  • Pemanfaatan dan pengembangan teknologi tepat guna.
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak.
  • Penyuluhan terhadap petani ternak.
  • Memelihara kesehatan ternak dan kebersihan kandang.
  • Memanfaatkan limbah ternak (untuk pupuk).

Industri Kehutanan

Hutan merupakan kekayaan alam, maka perlu pengelolaan yang teratur agar dapat memberikan manfaat, tetapi tetap menjaga kelestarian hutan.

Peranan hutan adalah sebagai berikut.

  • Sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja.
  • Menghasilkan kayu, mulai tahun 1980 ekspor kayu olahan dengan industri kayu lapis.
  • Untuk keperluan bahan bakar dan paru-paru dunia.
  • Untuk konstruksi bangunan dan kerajinan, sumber energi.
  • Sumber obat-obatan tradisional dan sumber penyimpan, pengatur air.
  • Sumber plasma nutfah (penerus genetika) flora dan fauna.

Upaya peningkatan hasil hutan adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan pengusahaan hutan produksi.
  • Penyempurnaan tata guna hutan serta pemanfaatan hasilnya.
  • Peningkatan perlindungan hutan.
  • Penanaman hutan-hutan yang rusak serta konversi sebagian hutan alam menjadi hutan buatan.
  • Peningkatan penertiban penebangan hutan.

Pertanian
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Kehutanan

Pengertian Pertanian

Pertanian adalah kegiatan mengelola sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk menghasilkan komoditas pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan dalam suatu agroekosistem. 

Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.

Revolusi industri 4.0 dalam sektor agrikultur ternyata lebih dominan terjadi di Eropa. Hal ini disebabkan oleh adanya bencana demografi, yaitu keadaan dimana jumlah penduduk yang berusia produktif lebih sedikit dibanding penduduk yang berusia non-produktif sehingga tenaga penduduk harus digantikan dengan teknologi. Sedangkan di Indonesia sendiri, revolusi industri 4.0, terutama di sektor pertanian belum begitu berhasil berkembang. 

Sektor Pertanian Indonesia

Pertanian khususnya ketahanan pangan masih bertumpu pada level menengah kecil, kalau sektor ini tidak dijadikan ruang ekonomi, maka ini akan dibawa kemana?. Kita harus bina ruang ini sehingga menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia

1. Sumber Daya Manusia

Faktanya, sebagian besar petani berusia lebih dari 40 tahun dan lebih dari 70 persen petani di Indonesia hanya berpendidikan setara SD bahkan di bawahnya. Pendidikan formal yang rendah tersebut menyebabkan pengetahuan dalam pengolahan pertanian tidak berkembang serta monoton. Petani hanya mengolah pertanian seperti biasanya tanpa menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi peningkatan hasil pangan yang berlimpah.

2. Kondisi Lahan Pertanian di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri bahwa penyebaran penduduk dan pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya “Lahan Tidur” atau lahan yang belum tergarap oleh masyarakat di daerah-daerah pedalaman, sementara, lahan di suatu wilayah strategis justru menjadi rebutan dengan harga mahal.

Mengingat harga tanah yang semakin melonjak tinggi, luas kepemilikan lahan pertanian para petani di Indonesia pun rata-rata kecil. Bahkan, sebagian besar petani hanya bisa menggarap lahan milik orang lain sehingga hasilnya pun harus dibagi dua. Selain itu, dampak akibat konversi lahan pertanian menjadi non pertanian yang mencapai 150-200 ribu per tahun juga menyebabkan petani kekurangan lahan untuk bercocok tanam.

3. Teknologi Belum Sepenuhnya Diterima Masyarakat

Sistem pengalihan teknologi dari tradisional menjadi modern dalam pengelolaan pertanian belum mampu diterima secara luas oleh para petani yang masih banyak memilih menggunakan peralatan tradisional dibanding peralatan teknologi canggih. Selain karena keterbatasan biaya, keterbatasan pengetahuan juga menjadi faktor yang menghambat laju teknologi untuk merambah sektor pertanian secara luas.

Di sinilah peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan edukasi yang cukup bagi para petani agar dapat memajukan sektor pertanian di era revolusi industri 4.0 ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan mungkin berupa memberikan penyuluhan besar-besaran dan melakukan demo penggunaan alat pertanian yang dilengkapi dengan teknologi modern.

AZ Instrument AZ 86031 1
Deal
AZ Instrument AZ86031 Water Quality Meter merupakan alat pengukur dan pengujian air kombo  dapat mengukur pH, Konduktivitas atau TDS atau Salinitas dan oksigen terlarut bergantung pada jenis probe yang dipasang ke pengukur atau pengguna dapat memasang tiga jenis probe pada saat yang bersamaan.
  • LCD besar dengan tampilan beberapa parameter secara bersamaan
  • pH, Konduktivitas atau Salinitas atau TDS, Dissolved oxygen & Suhu
  • Mode genggam dengan desain tahan air IP67
  • Auto temperature compensation ( ATC ) - Mulai otomatis untuk pengukuran konduktivitas
  • Kalibrasi beberapa titik: 3 poin untuk pH, 1 poin untuk D.O., 4 poin untuk konduktivitas
★★★★★
TDS 3 in 1 meter for Hydroponic 1
Deal

TDS 3 in 1 meter for Hydroponic

Rp 1.200.000 *Inc. PPN
  • Accuracy : ±2% F.S
  • Operating temperature : 0ºC ~ 50ºC (32ºF~122ºF)
  • Automatic temperature compensation (ATC) : 0ºC ~ 50ºC (32ºF~122ºF)
  • Calibration : manual – screwdriver included
  • Dimensions : 18cm x 3.5 cm x 10.5cm
51LeZdGAIL. SY355
Deal

PH TDS Temperature 3 in 1 Meter

Rp 950.000 *Inc. PPN
  • Use to measure the PH & TDS & TEMP of solution.
  • Electrode probe can be replaced, ATC function.
  • Easy calibration of pH and TDS with just a mini-screwdriver.
  • Large and clear LCD with backlight, easy to read
  • Ideal in water sources, aquarium, hydroponics, spas, swimming pools and other water systems. Automatic Temperature Compensation.

Sektor Pertanian Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.

Produk terlaris bulan ini
Kucari.com merupakan B2B (Business to Business) & B2G (Business to Government). E-Commerce & E-Procurement /pengadaan kebutuhan bisnis/kantor.


Perkakas industri seperti alat ukur, survei, uji lingkungan, alat kelistrikan, perkakas tangan, alat safety, laboratorium, alat kesehatan dan telekomunikasi terlengkap di Indonesia.

Layanan Pelanggan

PT. DARMA SAKTI ADISAPUTRA

 

Head Office
Jl. Situ Gede, Perumahan Bank Duta No. 14 Linggajaya, Mangkubumi – Tasikmalaya 46181

Metode Pembayaran

Pilihan Pengiriman

Butuh bantuan? Chat WA
Kucari.com
Logo
Shopping cart