alat uji

Inilah Alat Uji untuk Menguji Bangunan, Menguji Logam, dan Menguji Kekerasan Leave a comment

Sebelum menggunakan suatu material, kita harus melakukan pengujian terlebih dahulu. Hal ini sangatlah penting untuk mengetahui kekuatan dan kelayakan material yang akan kita gunakan. Untuk melakukan pengujian ini, kita membutuhkan alat uji yang banyak macamnya, seperti alat uji bangunan, alat uji logam, dan alat uji kekerasan.  

Alat Uji untuk Menguji Bangunan

Mesin Pengujian Beton

Untuk mendirikan sebuah bangunan, kita harus benar-benar memperhatikan kondisi beton yang digunakan agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kukuh dan dapat bertahan lama. Dalam mendirikan sebuah bangunan, kemungkinan terjadinya penyimpangan beton dari rencana selalu ada dan dapat menurunkan kualitas serta kapasitas bangunan. Untuk menghindari hal tersebut, kita harus selalu melakukan evaluasi terhadap beton dan material-material yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan.

Ada 3 kemungkinan terjadinya penyimpangan pada beton yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan, yaitu:

  1. Kerusakan beton karena lingkungan, usia, atau penggunaan.
  2. Penyimpangan mutu pada bahan beton.
  3. Penyimpangan konfigurasi dan dimensi pada beton.

Untuk menguji kelayakan beton yang akan digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan dan untuk menghindari terjadinya ketiga penyimpangan tersebut, kita dapat menguji beton dengan alat uji bangunan, seperti berikut ini.

Concrete Test Hammer

Concrete Test Hammer adalah alat uji bangunan berupa palu untuk menganalisis dan menguji kekuatan tekan beton. Selain digunakan untuk menganalisis dan menguji kekuatan beton pada sebuah bangunan, Concrete Test Hammer juga dapat digunakan untuk menganalisis dan menguji berbagai jenis serta ukuran material lain, seperti dinding tipis, komponen-komponen kecil, komponen-komponen dari batu cor, dan deck jembatan.    

Digital Concrete Test Hammer

Digital Concrete Test Hammer atau disebut juga dengan Digital C Test Hammer adalah alat uji bangunan untuk mengukur kualitas dan kekuatan tekan non-destruktif beton. Alat uji bangunan ini dilengkapi dengan sensor sehingga dapat memudahkan kita untuk mengatur kedalaman karbonasi, dampak arah, faktor waktu, dan faktor bentuk beton.

Rebar Corrosion Detector

Rebar Corrosion Detector atau disebut juga dengan Rebar C Detector adalah alat uji bangunan untuk mengecek dan mengetahui jika terdapat efek korosi pada rebar di dalam beton. Jika rebar di dalam beton mengalami korosi, sebuah bangunan akan mengalami beberapa perubahan, seperti meningkatkan ukuran korosi pada rebar, mengurangi luas keefektivan rebar, menurunkan kapasitas dan menurunkan cengkeraman kekuatan rebar, menimbulkan fraktur dan ekspansi beton, serta menurunkan daya tahan dan kemanan bangunan.  

Rebar Locator

Rebar Locator adalah alat uji bangunan yang sangat canggih untuk menemukan kedalaman, lokasi, serta ukuran tembaga, tulangan baja, saluran, dan kabel tegangan pos yang ada di dalam batu bata, beton, atau bahan-bahan konstruksi lainnya yang non-logam.

Crack Depth Gauge

Crack Depth Gauge adalah alat uji bangunan untuk mengukur tingkat retakan, baik lebar retakan maupun kedalaman retakan, yang terjadi pada beton penyangga sebuah bangunan. Selain itu, alat uji bangunan ini juga dapat mendeteksi adanya kecacatan pada beton atau material-material bangunan lainnya dengan menggunakan ultrasound. Dengan Crack Depth Gauge, kita akan mendapatkan data secara cepat dan tepat sehingga memudahkan pekerjaan mendirikan sebuah bangunan.

Crack Width Gauge

Crack Width Gauge adalah alat uji bangunan untuk mengukur lokasi dan lebar keretakan yang terjadi pada beton. Alat uji bangunan ini biasanya digunakan sebelum kita melakukan program monitoring.

Alat Uji untuk Menguji Logam

alat uji logam

Kita tentu sudah mengenal berbagai nama logam, seperti emas, besi, timah, perak, alumunium, dan lain-lain. berdasarkan bahan pembentuknya, logam dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  1. Logam bukan besi atau non-ferrous adalah logam yang tidak memiliki unsur besi, seperti alumunium, tembaga, timah, dan timbel.
  2. Logam besi atau ferrous adalah logam yang terdiri atas campuran unsur besi dan unsur karbon, seperti baja karbon tinggi, baja karbon sedang, baja lunak, besi tempa, dan besi tuang.

Sementara itu, jenis logam dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

  1. Logam tahan api, seperti molibden, sirkonium, titanium, dan wolfram.
  2. Logam mulia, seperti platina, perak, dan emas.
  3. Logam berat, seperti besi, khrom, nikel, tembaga, timah, timah hitam, timah putih, dan seng.
  4. Logam ringan, seperti alumunium, barium, kalium, kalsium, magnesium, natrium, dan titanium.

Untuk menguji logam dengan alat uji logam, kita dapat menggunakan 3 metode pengujian, antara lain:

  1. Metallography adalah metode pengujian logam untuk mengetahui unsur-unsur yang terkadung di dalamnya, komposisi kimianya, dan bentuk strukturnya.
  2. Destructive Test (DT) adalah metode pengujian logam yang dapat merusak logam yang diuji.
  3. Non-Destructive Test (NDT) adalah metode pengujian logam yang tidak akan merusak logam yang diuji.

Untuk menguji logam, kita dapat menggunakan beberapa alat uji seperti berikut ini.

Alat Uji Tarik

Alat uji tarik adalah alat sederhana yang digunakan untuk menguji dan mengetahui berbagai sifat dari logam secara mekanik, terutama untuk menguji kekerasan, kekuatan tarik, dan ketangguhan logam.

Alat Uji Impact

Alat uji impact adalah alat yang digunakan untuk menguji dan mengetahui berbagai sifat dari logam secara non-mekanik, terumata untuk menguji keuletan material dan kekuatan material logam.

Alat Uji Struktur

Alat uji struktur adalah alat yang digunakan untuk menguji dan mengetahui batas butir yang terkandung di dalam logam secara jelas dengan menggunakan larutan etsa. Tetapi sayangnya, larutan etsa dapat merusak logam yang diuji.

Alat Uji Partikel Magnetik

Alat uji partikel magnetic adalah alat uji yang digunakan untuk menguji dan mengetahui ada atau tidaknya keretakan di permukaan logam.

Alat Uji untuk Menguji Kekerasan

alat uji kekerasan

Untuk menggunakan suatu atau beberapa material, kita perlu melakukan uji kekerasan terhadap material-material yang akan digunakan tersebut. Uji kekerasan ini menjadi pengujian yang paling efektif karena kita dapat mengetahui sifat-sifat mekanik material-material yang akan digunakan. Biasanya, uji kekerasan ini dilakukan di satu titik, tetapi itu sudah cukup mewakili nilai kekerasan pada material-material yang diuji.

Sebelum melakukan pengujian kekerasan terhadap material, ada beberapa hal yang harus kita ketahui, antara lain:

  1. Jenis material
  2. Permukaan material
  3. Dimensi material
  4. Ketersediaan alat uji kekerasan material
  5. Hasil uji berupa data yang diinginkan

Untuk menguji kekerasan suatu material, kita dapat menggunakan beberapa alat uji kekerasan seperti berikut ini.

Brinell Hardness Test

Brinell Hardnest Test adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menguji kekerasan material dalam bentuk daya tahan material terhadap indentor atau bola baja yang ditekankan di permukaan material yang diuji.

Micro Hardness Test

Micro Hardness Test sering disebut juga dengan Knoop hardness Test adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menguji material yang memiliki nilai kekerasan rendah.

Rockwell Hardness Test

Rockwell Hardnest Test adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menguji kekerasan material dalam bentuk daya tahan material terhadap kerucut intan atau indentor yang ditekankan di permukaan material yang diuji.

Vickers Hardness Test

Vickers Hardnest Test adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menguji kekerasan material dalam bentuk daya tahan material terhadap indentor intan berukuran cukup kecil dengan geometri berbentuk piramida.

Itulah beberapa alat uji bangunan, alat uji logam, dan alat uji kekerasan yang dapat kita gunakan. Semua alat uji tersebut memiliki kegunaan masing-masing sesuai dengan kebutuhan. Selamat mencoba, ya! Untuk melihat kisaran harga silahkan klik : Daftar Harga Alat Uji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *